Showing posts with label elves. Show all posts
Showing posts with label elves. Show all posts

Thursday, February 7, 2013

The Sundering of the Elves



oleh Poppy D. Kartadikaria



Sundering of the Elves by J.R.R. Tolkien
Ada berapa jenis elf yang menempati Middle-earth? Sebetulnya elf hanya terdiri dari satu jenis pada permulaan zaman. Namun kejadian yang mengharuskan mereka berangkat ke Blessed Realm (Aman) membuat mereka terbagi menjadi beberapa kelompok.

Quendi (elves) diciptakan oleh Eru dan mereka pertama kali dibangunkan di Cuiviénen. Karena saat itu Melkor telah membangun markas gelapnya di Utumno dan Angband untuk memusnahkan segala makhluk ciptaan Eru, maka para Valar meminta mereka untuk pindah ke Aman, untuk tinggal dalam lindungan cahaya Two Trees of Valinor, karena di Middle-earth belum diciptakan bulan dan matahari, hanya ada cahaya bintang samar-samar. Dipilih tiga pemimpin elf untuk menjadi ambasador dan yang pertama kali bertandang ke Aman: Ingwë, Finwë dan Elwë. Kemudian ketiga elf ini meyakinkan anak buah mereka untuk ikut pindah ke Aman.

Namun ada sekelompok elf yang menolak pergi ke Aman, merasa tinggal dibawah naungan bintang lebih baik daripada perjalanan panjang dan melelahkan menuju suatu tempat yang belum jelas. Mereka disebut The Avari.

Maka dibentuklah tiga kelompok yang berangkat menuju Aman:

  • The Vanyar (dengan raja mereka Ingwë, yang kemudian menjadi raja elf tertinggi), 
  • The Noldor (dengan raja mereka Finwë) dan 
  • The Teleri (dengan raja-raja mereka Elwë dan Olwë karena kelompok ini yang terbesar jumlahnya). 
Ketiga kelompok yang melakukan perjalanan panjang ke Aman ini disebut The Eldar.

The Vanyar, The Noldor dan sebagian dari The Teleri yang tiba di Aman disebut Calaquendi (Elves of the Light). Namun sebagian kaum Teleri tidak sampai ke Aman, dan mereka bersama-sama kaum Avari disebut Moriquendi atau The Elves of Darkness karena mereka tak pernah melihat cahaya Two Trees of Valinor. Kaum Teleri yang tertinggal ini tinggal di Beleriand setelah menempuh setengah jalan menuju Aman. Namun mereka tetap mengidamkan tinggal di Aman.

Sebagian dari kaum Teleri ini tertinggal karena Elwë, raja mereka, sempat menghilang beberapa lama karena bertemu dengan sang Maia Melian dan jatuh cinta padanya. Kemudian ia memutuskan untuk tetap tinggal di Middle-earth meskipun ia dianggap salah seorang Calaquendi karena pernah melihat Two Trees of Valinor. Tapi kaum Teleri yang dipimpin Olwë sebagian berhasil tiba di Aman, meskipun akhirnya ada juga yang memutuskan untuk menetap di pinggir laut (disebut kaum Falathrim) dan menguasai seni perkapalan. Pemimpin mereka adalah Círdan the Shipwright.

Sebagian kaum Teleri yang tertinggal di Middle-earth adalah kaum Sindar (yang tinggal di daratan Beleriand), kaum Nandor (yang tinggal di sebelah timur Misty Mountains) dan kaum Laiquendi (Green elves of Ossiriand) yang merupakan sebagian dari kaum Nandor yang kemudian memasuki daerah Beleriand. Ketiga kaum ini disebut Úmanyar, yaitu kelompok Eldar yang tak pernah sampai ke Aman. Maka merekapun termasuk dalam kaum Moriquendi.

Bingung? Akhirnya sih nggak juga. Tapi inilah awal mula pengelompokkan elf yang kemudian semakin meluas karena kaum Noldor akhirnya kembali ke Middle-earth untuk memerangi Melkor yang mencuri The Silmarils. Dan mereka menempati beberapa daerah Middle-earth sebagai daerah kekuasaan, terdiri dari banyak kaum dan banyak raja.

Quendi: semua kaum elf yang pertama kali dibangkitkan di Cuivienen di first age.

Eldar: kaum Quendi yang menuruti perintah para Valar untuk tinggal di Valinor. Eldar terdiri dari tiga kaum: Vanyar, Noldor dan Teleri.

Avari: kaum Quendi yang menolak pergi ke Valinor.

Calaquendi (elves of the light): kaum Quendi yang tiba di Valinor.

Moriquendi (elves of darkness): kaum Quendi yang tidak pergi ke Valinor, termasuk sebagian kaum Teleri yang tertinggal di Beleriand.

Sindar: sebagian kaum Teleri yang tertinggal di Beleriand.

Nandor: sebagian kaum Teleri yang tinggal di timur Misty Mountains.

Laiquendi: green elves of Ossiriand.

Umanyar: kaum Quendi yang berangkat menuju Valinor tapi tak pernah tiba di sana, maka mereka juga termasuk kaum Moriquendi.

====================

Komentar:

Emily Happywise Whoooohhh lama2 jadi banyak yaaaa (*A*)

Theresia Widyaningtyas Aku baca bagian ini bolak balik , balik bolak , sampe d catet , d ringkes @.@ , bikin corat coret dr awal lg .... Baru bisa mudheng @,@

Mochammad Yusuf Apriyadi Klo boleh tahu, Legolas, Haldir, Gil-galad, Elrond, dan Galadriel itu termasuk elf mana aja?

Emily Happywise Aku di simmarilion baru sampe ke Elwe dan Melian

Poppy D Kartadikaria Nenek moyangnya Legolas itu Teleri Moriquendi. Elrond lahir di ME maka dia termasuk Moriquendi. Gil-galad dan Galadriel itu Calaquendi, sementara Haldir kayaknya nggak disebutin dia keturunannya siapa. Mugkin juga awalnya dia udah jadi pengawal Celeborn, jadi dia Moriquendi.

Emily Happywise ah.. baru mau jawab ehehehe ^^"

Kania Anggraeni Gw baca di Unfinished Tales (bagian Sindarin Princes of Silvan Elves) katanya Thranduil itu Sindarin Elf, yg setelah Doriath jatuh pada mencar2, nemu sekelompok Silvan Elves. Berhubung lebih "priyayi", jadilah dia raja di Mirkwood. Jd Legolas itu Sindarin dari pihak bapaknya, tp gak jelas sih ibunya Sindarin jg ato Silvan Elf "pribumi" di Mirkwood. *eh, tapi mari kita nyontek buku lagi, takut salah*

Ifnur Hikmah nah klo silvan itu masuk kelompok mana?

Poppy D Kartadikaria Silvan itu kaum Avari (CMIIW Kania Anggraeni)

Victor Prahara Silvan elves (Nandor) termasuk ke teleri tapi yang gak mau nyebrang ke barat misty mountain. yang akhirnya nyasar kemana tau..

Poppy D Kartadikaria Oya bener, mereka yg detour dari jalan, wkwkwk.

Novia Stephani Ah, thanks for this! Masih pabalieut soal quendi2 ini. Pas baca Beren dan Laiquendi nyegat dwarf yg kabur bawa Nauglamir setelah ngebunuh Thingol sempet kepikir Laiquendi teh nu mana deui? Tapi trus males nyari tau LOL.

Poppy D Kartadikaria Hahaha, sama gue juga kudu nyontek kalo disebut para Quendi itu Puyeng 7 keliling klasifikasinya.

Rizka Hasnita Elrond itu trmsk Silvan bukan ya?

Poppy D Kartadikaria Elrond itu harusnya Sindar, karena Thingol kan kakek buyutnya.

Detha Dhey nah..ini

Victor Prahara Elrond itu dari bokap nya Elf Noldor, dari segi nyokap Sindar(Teleri) tapi berhubung doi gak pernah ngeliat cahaya 2 pohon sakti di valinor (Talperion & Laurelin) mungkin termasuk Moriquendi. tapi nenek si Elrond dari pihak bokap (Idril) kayaknya pernah liat 2 cahaya pohon degh.

Poppy D Kartadikaria Lah kakek buyutnya, Thingol, juga pernah 'riset lokasi' ke Valinor, wkwkwk.

Victor Prahara iya juga sih... yah pokoke si ELrond itu elf blasteran..

Monday, February 4, 2013

CONCERNING GALADRIEL



oleh Poppy D. Kartadikaria


Galadriel, atau Altariel dalam bahasa Quenya, yang berarti radiantly-garlanded-maiden, adalah penguasa Lorien. Dia adalah putri Finarfin dari kaum Noldor (putra Raja Finwe dan Indis dari kaum Vanyar) dan Earwen dari kaum Teleri (putri Raja Olwe). Bagaimana Galadriel bisa menguasai Lorien? Bagaimana dia bertemu dengan Celeborn? Sejarah Galadriel terdiri dari berbagai konsep yang dibuat oleh Tolkien setelah dia selesai menulis LOTR.

The History of Galadriel and Celeborn


First Conception:

Konsep pertama yang dibuat Tolkien menyatakan bahwa ‘Galadriel went east over the mountains from Beleriand alone, before the end of First Age and met Celeborn in his own land of Lorien.’

Pernyataan itu dikatakan dalam sebuah tulisan yang tidak dipublikasikan dan mendasari kalimat Galadriel kepada Frodo di Fellowship of the Ring, dimana dia berkata bahwa Celeborn “has dwelt in the West since the days of dawn, and I have dwelt with him years uncounted; for ere the fall of Nargothrond or Gondolin I passed over the mountains, and together through the ages of the world we have fought the long defeat.”

Bisa disimpulkan bahwa Celeborn adalah elf Nandorin (bagian dari elf Teleri yang menolak menyeberangi Misty Mountains dalam Great Journey dari Cuivienen).

Tapi dalam Appendix B LOTR dinyatakan versi lain: di awal Second Age ‘In Lindon south of the Lune dwelt for a time Celeborn, kinsman of Thingol; his wife was Galadriel, greatest of Elven women.’

Dan di catatan dalam kisah The Road Goes Ever On (1968, p.60) dikatakan bahwa Galadriel “passed over the Mountains of Eredluin with her husband Celeborn (one of the Sindar) and went to Eregion.”


Second Conception:

Di The Silmarillion disebutkan Galadriel bertemu dengan Celeborn di Doriath (bahwa Celeborn adalah kerabat Raja Thingol) dan mereka berdua adalah Eldar yang tetap berada di Middle-earth setelah First Age.

Alasan mengapa Galadriel tetap tinggal di Middle-earth bervariasi. Di The Road Goes Ever On disebutkan “After the overthrow of Morgoth at the end of the First Age a ban was set upon her return, and she had replied proudly that she had no wish to do so.” Tidak ada pernyataan sejelas itu di LOTR tapi dalam sebuah surat yang ditulis oleh Tolkien tahun 1967 dia menyatakan:

‘The Exiles diizinkan untuk kembali kecuali beberapa pelaku utama pemberontakan, di mana saat kisah LOTR terjadi hanya Galadriel yang masih ada. Pada saat Lament in Lorien (Namarie) dia menganggap larangan itu berlaku untuk selamanya. Maka dia menyelesaikan lament-nya dengan harapan dan permintaan agar Frodo diberi tempat kehormatan di Eressea, pulau terpencil dekat Aman, meski baginya tempat itu terlarang. Doanya dikabulkan dan larangan baginya juga dicabut, sebagai hadiah atas perjuangannya melawan Sauron, dan di atas segalanya adalah karena dia telah lulus ujian dengan menolak Ring of Power saat Frodo memberikannya kepadanya.’

Konsep di atas belum diciptakan saat bab ‘Farewell to Lorien’ dibuat beberapa tahun sebelumnya.


Third Conception:

Dalam sebuah philological essay, kisah tentang Galadriel sedikit berbeda. Konsep itu ditulis setelah The Road Goes Ever On dipublikasikan.

Dikisahkan bahwa Galadriel tidak menyukai Feanor karena dengan kemampuannya melihat benak seseorang dia mengetahui ada kegelapan dalam jiwa Feanor, yang tidak lain adalah pamannya sendiri. Namun Galadriel juga memimpikan daerah kekuasannya sendiri, di mana dia dapat memerintah tanpa campur tangan para Valar. Maka saat terjadi pemberontakan kaum Noldor terhadap para Valar dia mengikuti jejak Feanor, menuju Middle-earth untuk mencari daerah kekuasan.

Meskipun dia ikut memerangi Feanor yang menyerang kaum Teleri (kaum ibu Galadriel) untuk mencuri kapal-kapal mereka di Alqualonde, dia tetap meninggalkan Valinor, kali ini dengan tekad untuk mengikuti Feanor kemana pun dia pergi, untuk menjegalnya.

Keangkuhannya membuat Galadriel memutuskan untuk menolak pemberian maaf para Valar setelah dia ikut berjuang mengalahkan Morgoth dan tetap tinggal di Middle-earth. Keputusannya untuk meninggalkan Valinor dan menetap di Middle-earth dipengaruhi oleh kenyataan bahwa dia berkerabat dengan King Thingol of Doriath di Beleriand.

Dua age kemudian barulah Galadriel menemukan Ring of Power yang dapat mewujudkan hasratnya sewaktu muda: berkuasa di Middle-earth. Namun dalam usianya kini ia telah bertambah bijak dan dia menolaknya, maka dia kemudian meninggalkan Middle-earth.

Kisah di atas tidak dipaparkan dalam Silmarillion. Dalam essay ini kemudian dikisahkan meski dia disebut Nerwen (man-maiden, karena tubuhnya yang sangat tinggi) oleh ibunya dan dipanggil Artanis (noble woman) oleh ayahnya, dia memilih Galadriel sebagai nama Sindarinnya “for it was the most beatiful of her names, and had been given to her by her lover, Teleporno of the Teleri, whom she wedded later in Beleriand.” Teleporno adalah Celeborn.


Fourth Conception:

Kisah yang lain sama sekali, yang tidak pernah dipublikasikan, terdapat dalam catatan yang diselesaikan Tolkien beberapa saat sebelum kematiannya.

Dikisahkan bahwa Galadriel memang ingin pergi dari daratan Aman menuju Middle-earth, tapi bukan karena dipicu oleh pemberontakan kaum Noldor yang diketuai Feanor. Dia hanya ingin mencari petualangan dan sementara menunggu izin dari Manwe dia tinggal bersama kerabat ibunya di Alqualonde. Di sanalah dia bertemu dengan Celeborn (di sini sekali lagi disebut sebagai pangeran kaum Teleri) yang mash sepupunya sendiri. Mereka berdua membuat sebuah kapal untuk berangkat ke Middle-earth bila sewaktu-waktu izin dari Manwe diberikan. Dan di sini juga disebutkan bahwa Manwe tidak pernah melarang mereka pergi dari Valinor.

Pada saat kaum Noldor menyerang kaum Teleri di Alqualonde, Galadriel dan Celeborn bertarung melawan Feanor. Galadriel kemudian menganggap Valinor sudah tidak lagi menjadi tempat yang tenteram karena matinya Two Trees of Valinor dan dicurinya Silmarils oleh Melkor (Morgoth). Dia juga ngeri melihat kebrutalan Feanor. Maka tanpa menunggu izin dari Manwe dia dan Celeborn berangkat menuju Middle-earth lebih karena ingin mengawasi Feanor. Karena itulah dia dikutuk oleh para Valar dan dilarang kembali ke Valinor.

Pernyataan Celeborn sebagai kaum Teleri bertentangan dengan yang dikisahkan di Silmarillion, The Road Goes Ever On dan di Appendix B LOTR. Kisah terakhir ini mungkin dibuat untuk menegaskan bahwa Galadriel berangkat ke Middle-earth secara terpisah dengan Feanor dan tidak ambil bagian dalam pemberontakan kaum Noldor.


Sumber: Unfinished Tales, Silmarillion, Appendix B LOTR